Never Gonna Leave Your Side :)


perasaan yang membuatku dan menuntunku mengambil lagu" ini,
hihi. ..entah apa, masih belum mampu terucapkan...
they show what i'm feeling,, bukan hanya aku.. tapi juga dia..., menyukai lagu-lagu yang dikaitkannya denganku.. :)

never gonna leave your side



forever in my life



sangat menyukai ini,, hemm..
secondhand serenade-fall for you


berterimakasihlah pada "the script", karena telah membuatku berpikir ulang,.. dan menemukan apa yang seharusnya kusadari dari awal...
the man who can't be moved

dan aku menemukan kedamaian

saat ku pejamkan mata,
kurasakan kegelapan,
namun dalam gelap itu, mampu ku lukis sebuah wajah,
wajah yang menorehkan gurat tulus,
dan aku menemukan kedamaian.....

saat ku menutup telinga,
kuperoleh kesunyian,
namun dalam sunyi itu, sayup kudengar sebuah bisikan, 
bisikan menguatkan,
dan aku menemukan kedamaian..... 

saat ku katupkan bibir,
kudapati kekosongan,
namun dalam kosong itu, ada seulas senyum,
senyum tulus yang menyejukkan,
dan aku menemukan kedamaian..... 

meski tak terucapkan...
meski tak mampu tersentuh...
meski tak kasat terlihat...
aku tahu,
apa yang kita rasa,
melebihi itu semua...
satu hal yang aku tahu,
dan aku menemukan kedamaian.....

Forever In My Life


Ketemu lagu yang liriknya "kena" banged.. hehehe, jadi bikin mikir kemana-mana... Boleh dong skali-skali berkhayal...ahahaha...
Begitulah, mulai merajut mimpi (halah,,, bahasanya.. hee)...



Forever In My Life

Uhoh Yeah Yeahhh Ohh

The Way Your Part Of me,
I Would have to re-learn everything,
If You were to leave,
So fast you make me feel like was autumn Leaves,
And honestly..There a perfect explanation
Why you feel so good to say that your


Chorous:
My love,my love,my love
i´ll give you all my love if you,if you,
if you dont change a thing,
About the way you hold me everynight,
so right, i wanna man like you forever in my life.

Im a Stick inside a jar,
turn the lid and set me free,
I Love Everything that you are,
has a million other reasons,
But lets not go to far,
Stay,close to my heart,
When I think about the future,
i am right there where you are,
Cuz you´re...

Chorous:
My love,my love,my love
i´ll give you all my love if you,if you,
if you dont change a thing,
About the way you hold me everynight,
so right, i wanna man like you to say you´re,

My love,my love,my love
i´ll give you all my love if you,if you,
if you dont change a thing,
About the way you hold me everynight,
so right, i wanna man like you forever in my life.


I know,that you,would never leave me hanging,
Hanging out to dry in the wind,
I know that we haven´t seen the worst ofit,
But when we do,i promise you we´ll stick it out together.



Chorous 2x :
My love,my love,my love
i´ll give you all my love if you,if you,
if you dont change a thing,
About the way you hold me everynight,
so right, i wanna man like you forever in my life.

so right, i wanna man like you forever in my life.......



One In a Million


How did I get here?
I turned around and there you were
Didn't think twice
Or rationalize
cause somehow I knew
That there was more than just chemistry
I mean I knew you were kinda of in to me
But I figured it's too good to be true
I said pinch me
Where's the catch this time
Can't find a single cloud in the sky
Help me before I get used to this guy
[Chorus:]
They say that good things take time
But really great things happen
in a blink of an eye
Thought the chances to meet somebody like you
were a million to one
I cannot believe it (o woah)
You're one in a million
All this time I was looking for love
Trying to make things work
They weren't good enough till
I thought I'm through
Said I'm done
and stumbled into the arms of the one
[ One In Million lyric found on www.lirik.tv ]
You're making me laugh about the silliest stuff
Say that I'm your diamond in the rough
When I'm mad at you
You come with your velvet touch
Can't believe that I'm so lucky
I have never felt so happy
Every time I see that sparkle in your eye
[Chorus]
I said pinch me
Where's the catch this time
Can't find a single cloud in the sky
Help me before I get used to this guy
They say that good things take time
But really great things happen
in a blink of an eye
Thought the chances to meet somebody like you
were a million to one
I cannot believe it (o woah)
You're one in a million... one in a million
All this time I was looking for love
Trying to make things work
They weren't good enough till
I thought I'm through
Said I'm done
and stumbled into the arms of the one
You're one in a million

Jika Selamat Datang Berarti Pergi

kutuliskan bait puisi rindu,
saat deras hujan hati,
ketika liuk jiwa melunglai, menyebut duka...

bait-bait itu tercipta tanpa kendali,
tanpa berpikir tuk menunduk,
aku terus menulis...

meski hanya menggoreskan kapur di atas kertas, 
aku dapat membaca kata demi kata yang kubuat,..
mengulaskan sebuah gurat manis,
mungkinkah sekejap?

tak semua yang indah itu menyenangkan,
tegak melangkah,
menyusuri tiap ruang kosong,

hingga kutemukan sekeping cermin,
yang tampilkan sebentuk wajah,
wajah yang lelah... wajah yang lemah...
wajah yang bukan wajah orang lain...

tegakku melumpuh,
kuatku runtuh,

masa lalu itu datang,
jati diri pun turut mengusik,
mencerca senyum dan memaki bahagia,
namun mencintai air mata...
bentangan itu kian nyata,
muncul diantara tarikan nafas kalbu,
menyuarakan terikan-teriakan menyayat,
yang mengingatkanku pada satu hal,
kita.....berbeda.....




Garam dan Telaga


Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi,
datanglah seorang anak muda yangs edang dirundung masalah. Langkahnya gontai dan
air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak
bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu
mengambil segengam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas
air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “coba
minum air ini, dan katakan bagaimana rasanya..”ujar pak tua itu.
“asin. Asin sekali!” jawab sang tamu sambil meludah kesamping.
Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya untuk berjalan
ketepi telaga didalam hutan dekat tempat tinggalnya.
Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu.
Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk aduk dan tercipta
riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga
ini, dan minumlah.” Saat tamu itu selesai mereguk air itu, pak tua
berkata lagi “Bagaimana rasanya?”
“biasa saja. Segar..” jawab tamunya. “apakah kamu merasakan garam dalam
air itu?” tanya pak tua lagi. “tidak” jawab sai anak muda.

Dengan bijak pak tua mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping
telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya
segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu
adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat
kita meletakkan segalanya. Itu semua tergantung pada hati kita. Jadi
saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu
hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dada mu menerima semuanya.
Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

“Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah
tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu itu seperti
gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu
dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

sumber :
http://bbawor.blogspot.com/2008/06/cerita-bijak.html

belajar jadi diri sendiri...


Sangat klise ketika diucapkan, sounds easy to do.. hmmm, tapi nyatanya ngga gitu,jadi diri sendiri tu susah ,mungkin emang udah dari "sononya" begitu yah? haha....
dan aku cuma ingin sedikit bercerita....
ehem..ehem..



Buat aku, hidup itu lukisan di atas kanvas yang harus dilukis dengan kuas-diwarnai dengan cat ...
Yuks kita kaji satu persatu...
A. Kuas
Kuas, ada macem-macem, mulai dari ukuran, jenis, bahan asal, sampe harga... sama seperti hidup kita, sangat bervariasi dan beragam.. ga satupun orang sama di dunia ini, dan tiap orang juga memainkan perannya masing-masing(kadang aku mikir kalo lagu "panggung sandiwara" itu bener, hehe..), kuas kecil-buat bikin garis kecil-kuas besar berarti juga buat bikin yang besar, gitu kan? jadi, dalam hidup, kita harus bisa "ngepasin" kuas mana yang kan kita pake dalam setiap langkah yang kan kita ambil..

B. Cat
I like this.. aku suka berbagai warna, colorfull... banyak macemnya, hidup juga begitu, mesti banyak warnanya, walaupun ga semuanya cerah, tapi namanya kan juga tetep -warna- kan? Jadi, jangan terlalu gembira saat gembira dan jangan terlalu sedih saat kita sedih. Aku udah ngalamin sendiri, banyak banget warna-warni di hidup... kalian juga kan? Ngga mungkin orang cuma punya satu warna, sekalipun orang itu buta warna..hehehe

Kembali ke masalah lukisan, hmmm. ...
Kuas udah dipilih, warna juga udah ada, sekarang, masalah pokoknya adalah gimana kita mau melukis? Apa yang akan kita lukis?
Sekalipun ada beberapa ataupun banyak orang memakai kuas dan cat dengan warna sama, belum tentu mereka melukis hal yang sama..
Sebenarnya, yang tahu hidup kita cuma ada di diri kita sendiri. Pertama, apa yang akan kita lukis, seperti apa kita mau bikin hidup kita... dan lukisan yang dihasilkan tiap orang selalu indah, ga percaya?
Indah ataupun tidak, itu subjektif.. .misal, A mengatakan lukisan indah jika warnanya cerah, sedang B lebih menyukai lukisan dengan warna yang soft. Sehingga, A menganggap lukisan B jelek, pun sebaliknya.....the same way, hidup, bahagia ataupun tidak, juga subjektif,.kriteria bahagiaku dengan bahagia kalian sudah pasti berbeda.. .

Kedua, pilih warna yang tepat... warna,pengaruhnya gede banget, menciptakan kesan yang beda pula... lukisan rumah hantu, kalo diwarnain pake pink plus ungu juga ga bakal jadi serem kan? haha... menghadapi masalah juuga mestinya gitu, sekalipun masalah kita menyedihkan, kalo kita hadapi dengan sabar juga bakal enak, tapi kalo kita hadapi dengan sedih, akhirnya jadi tambah sedih....

Ketiga, terkadang ada anggapan, kualitas bahan maupun alat yang digunakan akan menentukan hasil akhir dari lukisan itu,,, hmmm..emang sih ada pengaruhnya. Tapi menurut aku, itu cuma nol koma sekian persen... hal ini aku pakai untuk mengibaratkan materi dalam hidup.. emang penting (jangan munafik, haha...), tapi, sebagus apapun kualitas kuas dan cat yang kita pakai, kalo kita ngga bisa mengaplikasikannya dengan baik di atas kanvas kita, hasilnya juga percuma kan??? Bila dibandingkan dengan cat murah tapi hasilnya ga kalah bagus, kalian pilih mana???

Keempat, gimana kita menilai lukisan kita, aku kan  udah bilang tadi, keindahan lukisan itu subyektif banget.. indah atau tidaknya hidup kita, kita sendirilah yang menilai...

Kelima, percayakah kita kalo kita bisa melukis? Kepercayaan terkadang bisa mengalahkan bakat loh, bener ato ngga, suatu saat kalian pasti akan tahu..

Keenam, hargai lukisan kita... Hargai hidup kita, walaupun sangat manusiawi sekali kalo kita ngiri sama hidup orang lain -lukisan orang lain-, tapi setidaknya Tuhan udah kasih jalan bagi setiap umat-Nya,..

Intinya, segala sesuatu cuma berdasar pada kepercayaan dan keikhlasan...serta kecerdasan pribadi dalam menghadapi masalah...
dengan begitu, semua akan terasa sedemikian mudah untuk dilalui..
asal kalian tahu, tulisan ini kubuat juga untuk menyemangati hidupku sendiri. ...yang masih labil...
lukisan kita memang berbeda, tapi inti yang ingin kita dapat tetap sama, kepuasan hati...
----ini cuman argumen, setuju boleh, engga juga boleh, hahaha---

KAU


sadarkah kau, bahwa senyummu telah menyihirku?
sadarkah kau, bahwa tatapanmu membuatku membeku?
sadarkah kau, bahwa tiap tutur katamu memacu detak jantungku?
sadarkah kau, bahwa diam-diam aku mengagumimu?

hampir lenyap desir darahku,
kian cepat denyut nadi,
lunglai raga bagai tak bertulang,
ketika kau lontarkan sapaanmu..

yah, hanya seuntai kata..
namun cukup untuk membuatku melambung,
diantara berjuta kerlip bintang. ..
meniti pelangi,

tapi aku mengerti,
takkan terasa seindah ini, jika kau tahu apa yang kumau..
takkan mungkin sedekat ini,
andai kau dengar bisikan hati-yang lantunkan bait-bait syair cinta...

aku hanya ingin begini,
menyimpan semua untukku sendiri...
mengubur benih-benih harapan...sebelum terlanjur tersemai....